TAYANGAN YANG DILARANG UNTUK ANAK

Kebiasaan orang tua dalam menonton TV hendaknya disaring dahulu bila sedang menonton bareng anak. Akibat tontonan tersebut, anak-anak biasanya akan meniru tingkah laku orang atau sesuatu yang dilihatnya, entah dari kebiasaan orangtua atau pun dari acara yang ditontonnya. Oleh karena itu, tidak semua tontonan baik untuk anak.

Berikut beberapa tontonan yang perlu dihindari untuk di tonton anak-anak :

1. Kartun dengan unsur kekerasan atau seks terselubung

Orangtua biasanya akan merasa aman ketika anaknya menonton acara kartun karena menganggap kartun memang acara untuk anak-anak. Namun tidak semua acara kartun baik untuk anak, karena beberapa justru mengandung unsur kekerasan atau seks terselubung.

Tak hanya itu, sebuah penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics mengungkap, karakter para tokoh yang ada di film kartun semacam SpongeBob dianggap kurang realistis untuk anak usia 4 tahun. Akibatnya, anak-anak jadi susah konsentrasi.

2. Tayangan Sinetron

Televisi dituding memiliki andil dalam membentuk perilaku buruk anak. Berbagai tayangan seperti sinetron dan reality show saat ini tidak memberikan pemahaman yang baik kepada anak dan lebih banyak berefek negatif.

“Komisi Nasional Perlindungan Anak pernah memantau 13 stasiun TV swasta di Indonesia. Hasilnya, 62% di antaranya menayangkan perilaku kekerasan yang dapat membuat anak-anak menirunya. Berbagai adegan kekerasan ini dijumpai di sinetron dan tayangan-tayangan film lainnya,” jelas Arist Merdeka Sirait, ketua KNPA.

3. Acara olahraga kasar

Dunia anak penuh dengan sensasi. Di masa ini anak sangat senang memamerkan kekuatannya di depan orangtua, teman dan orang lain yang mereka temui. Meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak perempuan, hal ini lebih sering terjadi pada anak lelaki yang cenderung berlaku kasar seperti smackdown. Televisi ditengarai sebagai pemicu perilaku ‘keras’ ini, seperti acara tinju dan smackdown.

4. Acara yang mengandung unsur pelecehan

Acara televisi yang mempertontonkan tindakan tak senonoh, pelecehan terhadap orang lain atau kebanci-bancian dapat membuat anak meniru perilaku tersebut. Sebaiknya jangan biarkan anak menonton acara-acara seperti itu.

5. Film hantu
Anak sebenarnya tidak punya rasa takut terhadap hantu tetapi tertular oleh orang-orang sekitarnya. Biasanya anak kecil akan takut hantu bila melihat orangtua atau orang-orang di sekitarnya ketakutan dan teriak-teriak saat menonton film atau iklan yang menunjukkan sosok hantu.

banner sirsak tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s