PENYAKIT DISENTRI

Apa sebenarnya penyakit disentri ?

Penyakit disentri adalah merupakan yang timbul karena adanya infeksi yang menimbulkan luka peradangan dan tukak pada usus besar. Pada kondisi tersebut penderita biasanya akan sering mengalami sindroma disentri seperti sakit perut dan diare yang bercampur darah dan lendir

Disentri merupakan golongan penyakit yang mudah menular,  penyebarannya dapat ditularkan melalui makanan dan air yang telah terkontaminasi oleh kotoran melalui perantara lalat yang membawa kuman-kuman penyebab disentri.  Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman – kuman masuk ke dalam organ pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehingga timbul peradangan pada usus besar. Untuk itu perlu disadari bahwa kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup bersih merupakan faktor yang sangat penting dalam menekan angka penyakit ini

Beberapa Penyebab Disentri

Pada umumnya penyebab disentri adalah karena kurangnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan yang pada akhirnya dapat mencemari pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Secara khusus penyebab disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri basiler  dan disentri amuba.

  • Disentri basiler disebakan infeksi bakteri golongan Shigella.  Disentri basiler biasanya menyerang secara tiba – tiba sekitar dua hari setelah kemasukan kuman/bakteri Shigella. Gejalanya yaitu demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak napsu makan. Bila tidak segera diatasi, dua atau tiga hari kemudian keluar darah, lendir atau nanah dalam feses penderita. Pada disentri basiler, penderita mengalami diare yang hebat yaitu mengeluarkan feses yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan mata cekung karena kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak segera diatasi dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala lainnya yaitu perut terasa nyeri dan mengejang.
  • Disentri amoeba disebabkan oleh infeksi Parasit Entamoeba hystolytica hidup dalam usus besar, parasit tersebut mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk yang bergerak dan bentuk yang tidak bergerak. Parasit yang berbentuk tidak bergerak tidak menimbulkan gejala, sedangkan bentuk yang bergerak bila menyerang dinding usus penderita dapat menyebabkan mulas, perut kembung, suhu tubuh meningkat, serta diare yang mengandung darah dan bercampur lendir, namun diarenya tidak terlalu sering.
  • Pada jaman dahulu, penyebab penyakit disentri dianggap hanya terdiri dari dua jenis yang didasarkan pada penyebabnya seperti yang dikemukakan diatas namun seiring perkembangan ilmu kedoketeran dan kesehatan diketahui banyak penyebab lain berupa mikroba, bakteri dan parasit sebagai penyabeb disentri seperti Salmonella, Campylobacter, Vibrio parahaemolyticus, Pleisomonas shigelloides, EIEC (Enteriinnasive E. coil) dan Aeromonus spp juga sebagai penyebab disentri.

Gejala penderita disentri :

  • Perut mules, kembung dan kejang.
  • Mual, muntah-muntah biasanya disertai demam.
  • Sering buang air besar berupa cairan bercampur darah dan lendir
  • Mata cekung dan tubuh lemas karena terlalu banyak mengeluarkan cairan
  • Penderita selalu merasa haus dan badan lemah akibat dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Pencegahan disentri dan perawatannya

Karena penyakit disentri mempunyai efek penularan yang sangat mudah maka sebagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit disentri yaitu dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih, seperti selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa kuman, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan atau ketika memegang makanan yang akan dimakan

Untuk  mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat berakibat fatal maka bagi penderita disentri harus segera mendapat perawatan,  dengan memberikan cairan elektrolit untuk kasus dehidrasi ringan. Penggunaan cairan elektrolit dilakukan  untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah.

Anda dapat menggunakan Oralit yang dilarutkan dalam gelas sekitar 200 cc air minum yang hangat kemudian diaduk dan diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok kepada penderita. Jika oralit tidak tersedia maka sebagai alternatif anda dapat menggunakan larutan  1 sendok teh gula yang dicampur dengan  ¼ sendok teh garam atau bisa juga dengan meminum air kelapa. Apabila dehidrasi cukup berat, setelah diberi oralit atau larutan campuran gula dan garam sebagai pertolongan pertama, sebaiknya penderita di bawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi disentri dan diare diantaranya mempunyai efek sebagai adstringent (pengelat) yaitu dapat mengerutkan selaput lendir usus yang bermanfaat untuk mengurangi pengeluaran cairan diare dan disentri, selain itu juga mempunyai efek sebagai anti radang dan anti bakteri.

banner sirsak tidur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s